IDM 5.18 build 2 FULL

Selasa, 15 September 2009 · 1 komentar

 
Download link:
Download Patch:
Petunjuk Instal:
1. Instal IDM
2. Copy patch ke folder instalan IDM. contoh: C:\Program Files\Internet Download Manager
3. Patch!

(Baca Selengkapnya.....)

Saykoji - Copy My Style Again (Video Flv)

Selasa, 08 September 2009 · 0 komentar

Download link:

(Baca Selengkapnya.....)

Trik Menampilkan Facebook Chat Emoticons List

Senin, 07 September 2009 · 0 komentar

 
Bagi anda yang suka chat di Facebook mungkin banyak  yang belum tahu semua emoticons yang dapat kita pakai. Dengan bermodalkan bowser Mozilla Firefoz + add-on Greasemonkey kita dapat menampilkan list di emoticons sperti gambar di atas.
Ikuti langkah di bawah ini untuk mendapatkan Daftar Emoticons pada Facebook Chat :


  • Tutup Halaman Facebook anda pada Browser Firefox
  • Download dan Instal Greasemonkey addon untuk Firefox
  • Jangan lupa restart browser Firefox anda setelah install Greasemonkey addon
  • Sekarang Install Script Ini, agar Greasemonkey dapat menampilkan Facebook Chat Emoticons
  • Buka Facebook dan buka sebuah tampilan chat dengan orang lain, maka sekarang sudah terdapat Daftar Emoticons yang siap anda gunakan.


Selamat Mencoba! :)

(Baca Selengkapnya.....)

K-Lite Mega Codec Pack 5.1.0

· 0 komentar

 
Download link:

Changelog of the K-Lite Mega Codec Pack 5.1.0:

* Updated ffdshow to revision 3065
* Updated the Cyberlink MPEG-2 decoder to 8.4.0.615
* Updated the AC3Filter to 1.63b
* Updated the RealMedia Splitter to 1.3.1268.0
* Updated the Codec Tweak Tool to 3.1.0
* Replaced the file type icons for Media Player Classic with a new set of icons
* Fixed the file properties Explorer tab of the Haali shell extension
* Minor changes and improvements

(Baca Selengkapnya.....)

Pengumuman STAN 2009

Kamis, 03 September 2009 · 2 komentar

Langsung download aja file PDF-nya...Ada 2 file yang masing-masing berisi pengumuman dan daftar nama peserta yang diterima... :D

Pengumuman
Download link:
Daftar peserta diterima
Download link:

(Baca Selengkapnya.....)

Isu dibalik beredarnya uang pecahan Rp 2000

Senin, 31 Agustus 2009 · 5 komentar

Telah terbit uang kertas pecahan Rp 2000,- sebagian masyarakat menyambutnya dengan sukacita karena bisa menjadi koleksi baru, tapi bagi yang mengerti artinya maka itu adalah suatu kemunduran ekonomi.

Uang Kertas 2000 rupiah dewasa ini, bila anda berkendaraan melalui jalan tol, anda akan jarang menerima uang kembalian berupa lembaran Rp 1.000,-. Kasir pintu tol justru mengembalikan sisa tol dengan koin Rp 500,- aluminium. Memang sejak Maret 2007, Bank Indonesia berencana menerbitkan uang kertas (UK) baru, pecahan Rp 2000,- dan Rp 20.000,- lalu menarik uang kertas Rp 1000,- bergambar Pattimura untuk digantikan dengan koin baru Rp 1.000,- yang bahan metalnya lebih murah dari koin Rp 1.000,- seri Kelapa Sawit (1993 – 2000). Lalu apa arti perubahan ini?

Ya, tentu saja, dengan terbitnya pecahan Rp 2000, berarti pemangkasan harta atau aset kita dalam mata uang rupiah, menjadi separuh dari daya belinya semula, yang disebut inflasi rupiah! Anda yang tadinya cukup nyaman dengan penghasilan, katakanlah Rp 2 juta/bulan, kini dengan adanya pemangkasan tadi, anda harus menambah penghasilan dua kali lipatnya! Artinya selepas Idul Fitri 1430 H nanti, penghasilan anda harus naik menjadi Rp 4 juta atau sekurangnya Rp 3 juta / bulan bila ingin tetap nyaman seperti hari ini (Juli 2009).

Lalu bagaimana dengan rakyat kebanyakan yang penghasilannya kurang dari Rp 1 juta sebulan ? Ya, semakin blangsak.

Berdasarkan sejarah, ketika era Soeharto dulu, uang kertas tertinggi sejak tahun 1968-1991 adalah Rp 10.000,-. Lalu dengan alasan defisit APBN, diedarkanlah uang lembaran Rp 20.000,- seri Cengkeh/Cenderawasi h, tahun 1992. Karena nominal “aneh” ini sukses beredar, maka tak lama kemudian muncul nominal lebih tinggi lagi yaitu Rp 50.000,- bergambar Pak Harto (1993). Dan tidaklah mustahil, bila uang kertas Rp 2.000,- baru ini sukses beredar, maka Bank Indonesia akan menerbitkan uang kertas dengan nominal baru lainnya, misalnya: Rp 200.000,-; Rp 500.000,-, bahkan Rp 1 juta!

Sebab hal itu memang lazim dilakukan oleh Bank Sentral di negara berkembang. Karena ciri khas mata uang negara maju, nominal angkanya hanya tiga digit saja, seperti USA $100, Arab Saudi 200 riyal, Eropa 500 euro, Inggris 100 poundsterling; kecuali Jepang dan Korea Selatan dengan 10.000 yen dan 10.000 won, sebagai sisa sebuah trauma ekonomi pasca Perang Dunia II.

Dengan ditariknya pecahan Rp 1.000,- maka otomatis uang receh terkecil adalah Rp 500,-. Sedangkan koin pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- akan lenyap dengan sendirinya, rusak atau dicuekin. Hal ini lazim terjadi pasca terbitnya uang baru, ketika pecahan Rp 1,- dan Rp 2,- lenyap pada tahun 1975, sepuluh tahun kemudian Rp 5,- dan Rp 10,- lenyap di tahun 1985, lalu Rp 25,- dan Rp 50,- lenyap di tahun 1995. Kini pada 2009 ini pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- sudah kehilangan daya belinya. Rakyat dieksploitasi untuk memacu kegiatan ekonominya, dan dipaksa merelakan hilangnya sebagian jerih payah mereka.

Perhatikan akibatnya. Bila tadinya sebutir telur ayam negeri seharga Rp 10,-/butir di tahun 1975, lalu naik menjadi Rp 100,-/butir di tahun 1985, maka pemegang uang rupiah telah kehilangan asetnya 1 digit dari Rp 10,- ke Rp 100,-. Artinya si pemegang uang kertas harus mencari sepuluh kali lipat lebih banyak lagi lembaran rupiah agar bisa membeli telur yang sama. Bisa jadi suatu hari nanti harga sebutir telur ayam negeri harus dibayar dengan lembaran Rp 10.000,-/butir, tinggal menunggu waktu saja.

Untuk mengakali inflasi ini, Bank Indonesia cukup menambah angka nol pada uang kertas baru. Inilah riba Zero Sum Game! Sampai kapan permainan riba ini akan berakhir? rakyat yang kalah gesit dalam mengimbangi permainan ini pasti semakin terpuruk kondisinya.

Sumber: kaskus

(Baca Selengkapnya.....)

Pekan 2: Roma 1-3 Juventus

· 1 komentar

ROMA - Juventus menghancurkan AS Roma 3-1 dalam lanjutan Serie-A di Stadion Olimpico, Minggu (30/8). Kemenangan "Si Nyonya Tua" ditentukan oleh duo pemain Brasil, Diego Ribas dan Felipe Melo.

Diego membuka rekening gol Juventus pada menit ke-25. Saat itu, dalam balik, dalam sebuah serangan balik, Diego berhasil melewati adangan Marco Cassetti dan masuk kotak penalti. Dalam pengawalan dua bek Roma, ia mengirim bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Roma.

Setelah itu, Roma berhasil menyamakan kedudukan melalui Daniele De Rossi di menit ke-35. Dari luar kotak penalti, ia mengirim bola ke sudut kiri atas gawang Buffon. Buffon yang begitu terkejut dengan gol itu tampak begitu kecewa kepada barisan beknya.

Buffon tampak kembali bersemangat ketika pada menit ke-43, Juventus nyaris kembali unggul melalui Amauri. Bahkan, ketika tembakan itu gagal membuahkan gol karena membentur tiang, Buffon masih tampak optimistis. Namun, gairahnya baru benar-benar pulih ketika ia sukses menangkis tembakan keras kapten AS Roma di menit ke-45. Penyelamatan itu membuat Juventus bisa menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Juventus berhasil mengendalikan pertandingan. Kerja sama Vincenzo Iaquinta dan Diego mampu membongkar lini belakang Roma sekaligus menciptakan peluang gol. Pada menit ke-57 misalnya, memanfaatkan umpan Diego, Iaquinta nyaris membawa timnya kembali unggul.

Meski gagal, Amauri dan Diego terus melakukan kerja sama. Keduanya ternyata berhasil merusak fokus barisan bertahan Roma. Setelah menunggu hingga menit ke-68, kerja sama keduanya membuahkan gol kedua bagi Juventus, atas nama Diego. Setelah menguasai umpan Iaquinta, Diego mengontrol bola sebelum mengirim bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Sergio.

Keunggulan itu semakin menaikkan suhu pertandingan. Roma yang tak mau kehilangan muka di kandang sendiri bangkit menyerang. Ternyata, mereka mampu memberikan perlawanan serius. Pada menit ke-78, misalnya, Totti berhasil melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Tendangan itu sebetulnya sudah di luar jangkauan Buffon. Toh, bola malah meluncur dan membentur mistar kanan bawah gawang Juventus.

Selain itu, Roma masih tercatat mendapat peluang melalui Philippe Mexes dan Mirko Vucinic. Namun, belum lagi usaha mereka membuahkan gol penyama kedudukan, Juventus malah berhasil memperberbesar keunggulan melalui Felipe Melo pada masa injury time. Usai menguasai umpan Mauro Camoranesi, Melo melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Sergio.

Melo mengakhiri misi penghancuran Juventus di Olimpico karena golnya lansgung disusul oleh pelui wasit Gianluca Rossi mengakhiri pertandingan. "Si Zebra" pun melangkah pulang ke Turin membawa kemenangan 3-1 dari "Para Serigala".

Dengan hasil itu, Juventus menguasai puncak klasemen dengan mengantongi nilai enam, atau unggul dua angka dari Inter Milan di tempat kedua. Sementara itu, AS Roma semakin terkapar di dasar klasemen dengan nilai 0 menyusul dua kekalahan beruntun di dua pekan perdana Serie-A.

Sumber: Kompas

(Baca Selengkapnya.....)

Pekan 1: Juventus 1-0 Chievo

Senin, 24 Agustus 2009 · 1 komentar

TURIN — Penyerang Juventus, Vincenzo Iaquinta, mencetak satu gol yang menentukan kemenangan 1-0 atas Chievo pada duel perdana Serie-A 2009-2010 di Stadion Olimpico Grande, Minggu (23/8).

Juventus sebetulnya pantas meraih hasil lebih baik. Mereka mendominasi permainan dan nyaris tak memberi kesempatan Chievo untuk balas menyerang. Apalagi, mereka mampu mengungguli lawan saat pertandingan baru berjalan 11 menit melalui Iaquinta.

Gol bermula dari tendangan bebas Diego. Di tengah kepungan bek lawan, Iaquinta mampu menjangkau bola dan menanduknya masuk ke gawang Chievo yang dikawal kiper Stefano Sorrentino.

Dengan banyaknya waktu tersisa, Juventus terus mengejar gol tambahan. Namun, usaha itu terbentur permainan Chievo yang defensif. Tanpa ragu, mereka menjegal lawan demi menghindari ancaman-ancaman berikutnya. Permainan lugas ini menyulitkan Juventus membangun koordinasi serangan.

Tertutupnya jalur umpan membuat pemain-pemain Juventus terpancing untuk menampilkan kemampuan individu untuk mengatasi kebuntuan.

Pergerakan dan aksi Diego adalah salah satu yang paling menonjol. Bermodal kecepatan dan keahlian menggocek bola, ia mampu menghindari barikade lawan untuk bisa terus bisa melayani duet Iaquinta dan Amauri dengan umpan-umpannya.

Pada menit ke-44, misalnya, Diego harus bersusah payah melewati empat pemain lawan hanya untuk mengantarkan bola kepada Amauri. Sayangnya, kerja keras itu hanya berujung tendangan gawang.

Tak lama setelah itu, peluit turun minum berbunyi. Belum ada lagi gol tercipta. Juventus sementara unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Juventus kembali mengendalikan permainan. Diego juga masih tampil dominan. Pergerakannya di belakang dua penyerang terus membuka peluang Juventus untuk menambah gol.

Pada menit ke-57, ia berhasil memancing keluar empat bek Chievo dan melanjutkannya dengan sodoran umpan kepada Amauri. Tanpa penjagaan, Amauri mengirim bola ke tepat ke sasaran. Sayang, tembakannya dimentahkan tiang gawang.

Sulitnya menemukan rekan yang tepat untuk diumpan, Diego mencoba sendirian memecah kebuntuan. Pada menit ke-67, setelah berhasil merebut bola dari lawan dan mengecoh barisan belakang Chievo, ia melepas tendangan ke sisi atas gawang. Namun, tembakan itu ternyata masih sedikit melambung di atas mistar gawang.

Pertarungan satu arah itu terus berlangsung tanpa mengubah angka di papan skor. Juventus harus puas melihat permainan bagusnya berakhir dengan kemenangan tipis 1-0.

Susunan pemain:
Juventus: Buffon; Chiellini, Cannavaro, Salihamidzic (De Ceglie 46), Grygera; Poulsen, Marchisio, Tiago (Marrone 72), Diego (Camoranesi 86); Iaquinta, Amauri
Chievo: Sorrentino; Yepes, Morero, Mantovani, Frey; Rigoni, Marcolini (Bentivoglio 65), Luciano, Pinzi (De Paula 83); Pellissier, Bogdani (Granoche 75)

Sumber: Kompas


(Baca Selengkapnya.....)

Cari uang di internet?? Klik link di bawah...

Cari di Blog ini

Messenger

Label

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Recent Post

Recent Comments

Ramalan Cuaca

Followers

100 Blog Indonesia Terbaik free counters

Cari uang di Internet??